Aguirre, the Wrath of God / Aguirre, Der Zorn Gottes (Werner Herzog, 1972, Germany) - ****
Thursday, January 5th, 2006
Aguirre the Wrath of God adalah mengenai ambisi seorang gila yang diperankan oleh aktor gila Klaus Kinski dan disutradarai oleh sutradara gila Werner Herzog. Film ini menceritakan tentang perjalanan seorang conquistador Gonzalo Pizzaro di abad 16 untuk tujuannya yaitu Gold, Glory, Gospel. Diceritakan dari sudut pandang Gaspar de Carvajal, seorang pendeta Kristen yang turut serta dalam petualangan itu dan catatan hariannya merupakan satu-satunya tersisa dari petualangan luar biasa dimana semua yang ikut serta hilang secara misterius.
Pizzaro memutuskan bertualang untuk mencari kota hilang El Dorado yang disebut-sebut merupakan kota emas. Petualangan dibagi menjadi dua dengan tim yang lebih kecil ditugaskan untuk menelusuri bagian terjauh dari sungai liar Amazon. Tim kecil itu dipimpin oleh Ursua didampingi istrinya, dan wakilnya Aguirre (Klaus Kinski) didampingi anak perempuannya. Juga dalam tim itu terdapat seorang pendeta bernama Carvajal, ksatria bernama Fernando de Guzman dan beberapa budak dan prajurit.
Ketika Ursua mulai putus asa karena tidak menemukan apa-apa dan persediaan makanan mulai menipis, Aguirre memutuskan untuk meneruskan petualangan itu dengan memenjarakan Ursua karena dianggap menghancurkan mental prajurit yang lain. Kita lihat bahwa Aguire adalah seorang yang mempunyai ambisi yang tinggi, bahkan siap membunuh prajuritnya sendiri yang ingin mencoba-coba kabur dari petualangan itu. Satu adegan yang mengejutkan adalah ketika salah satu prajurit merencanakan kabur dari petualangan itu dengan berbisik kepada temannya dan secara tidak sengaja Aguirre mendengar. Lalu Aguirre berkata pada ajudannya bahwa prajurit tersebut leih tinggi 1 kepala dari dirinya, dan ajudan Aguirre langsung memenggal kepala si prajurit.
El Dorado sendiri digambarkan merupakan suatu ilusi saja, terlihat ketika mereka menangkap sepasang penduduk Indian setempat, Indian tersebut menunjuk El Dorado nun jauh disana. Dan kematian anggota petualangan itu satu-persatu baik oleh panah beracun atau panah biasa, dan mati tiba-tiba tanpa pernah diketahui siapa yang menembakkan panah-panah tersebut melengkapi misteri dari film ini.
Herzog tidak terburu-buru dengan memasukkan unsur aksi, ketegangan, dan plot yang artifisial. Bahkan Herzog tidak pernah mencurangi penonton dengan pergerakan kameranya. Kamera Herzog tidak pernah berada di helikopter untuk kemudian mengambil gambar dari atas, kameranya tetap berada di rakit bersama Aguirre dengan prajuritnya melalui arus sungai Amazon yang ganas. Itulah yang membuat Herzog seperti ingin kita sebagai penonton turut serta dalam petualangan gila Aguirre dan timnya.
Layaknya mayoritas film-film dari benua Eropa, Aguirre, the Wrath of God lebih ke "experience" daripada ke "entertainment". Film ini bahkan bukan dikendalikan oleh dialog, tetapi menitikberatkan pada karakter terutama karakter Aguirre sendiri, dimana Kinski sempurna menggambarkan sosok Aguirre yang khas dengan bola mata biru dalam mata besarnya yang penuh rasa ingin tahu, pergerakan tubuh yang tidak terduga, serta sikap liarnya. Film ini adalah tentang seorang pria yang dihantui oleh ambisi meraih impian terbesarnya, yang akan melakukan apa saja demi keinginannya tercapai, lalu dihancurkan oleh ambisinya sendiri dan alam.
Hubungan antara Herzog dan Kinski sendiri cukup unik. Herzog pertama melihat Kinski di masa mudanya di Jerman dan langsung berkata pada dirinya sendiri bahwa dia ingin sekali membuat film dan Kinski harus ada di dalamnya. Mereka saling menghormati, saling kagum, saling benci, bahkan saling pernah mempunyai rencana jahat untuk membunuh satu sama lainnya. Tersebar rumor bahwa Herzog sampai mengancam akan menembak Kinski yang sedang marah dan mengancam akan meninggalkan lokasi shooting Aguirre namun akhirnya Kinski merubah rencananya itu.
Penampilan yang diberikan oleh Kinski di film ini juga disebut-sebut sebagai salah satu yang paling memorable dalam sejarah dunia perfilman, dapat disejajarkan bahwa Kinski adalah Aguirre, the Wrath of God sama dengan George C. Scott adalah Patton, Peter O’Toole adalah Lawrence of Arabia, dan Gloria Swanson adalah Sunset Boulevard. Di awal shooting bayangan Kinski akan Aguirre adalah orang yang penuh rasa amarah dengan penuh teriakan dan berjalan layaknya seorang jagoan secara petantang-petenteng. Taktik cerdas dilakukan Herzog dengan mengajak debat panjang tentang Aguirre dengan Kinski sampai Kinski lelah dan setelah itu langsung shooting. Kinski yang sudah capai untuk teriak malahan berjalan dengan lamban dan menyeret seperti kepiting. Dan itulah penampilan yang diingini Herzog dari Kinski dan menjadikan performanya sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah perfilman. Aguirre tidak banyak mengeluarkan kata-kata tetapi kehadirannya mencuri perhatian. Hingga sampailah pada saat Aguirre melakukan monologue terkenalnya:
"If I, Aguirre, want the birds to drop dead from the trees, the birds will drop dead from the trees. . . . I am the wrath of God! . . . The earth I walk upon sees me and quakes!"
Aguirre adalah seorang pria yang akan menikahi putrinya sendiri untuk menciptakan suatu dinasti yang murni, Aguirre bahkan mau dan yakin dia sendiri dapat merebut Trinidad dari tangan Spanyol dan Meksiko dari tangan Cortez, he is really the Wrath of God,