This is Spinal Tap (Rob Reiner, USA, 1983, Comedy/Mockumentary)
Thursday, October 20th, 2005Bagaimana mendefinisikan komedi yang bagus? Ini adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh masing-masing orang yang sangat mungkin berbeda untuk setiap orang. Untuk gue, bila membicarakan komedi hanya ada dua pilihan yaitu lucu atau gak lucu. Dulu gue rada benci slapstick (not to mention some DKI’s movies) tapi begitu ada kesempatan nonton film-filmnya Tati semua berubah, slapstick bisa indah juga ternyata.
This is Spinal Tap adalah sebuah komedi satir tentang sebuah grup rock yang menua. Anggota2 band utamanya terdiri dari tiga orang yang jelas mempunyai IQ rendah. Terlihat ketika diprotes mengenai sampul album terbaru yang akan mereka luncurkan dibilang sexist, salah satu anggota band itu dengan polosnya menyahut “What’s so wrong about being sexy?”. Komedi2 dalam film ini dapat dibilang muncul karena keluguan, rasa sok tahu, atau kebodohan ketiga anggota band tersebut, yang mempunyai humor mirip dengan serial TV The Office. Salah satu yang paling lucu adalah ketika terdapat kesalahan komunikasi antara anggota band, manager dan unit produksi mereka yang akan membuat sebuah replika dari Stonehenge yang akhirnya hanya menjadi setinggi 18 inchi saja, ketika Stonehenge diturunkan di panggung dan dikelilingi oleh 2 orang cebol menari2 mengelilingi Stonehenge kita tertawa bukan karena kecilnya batu tersebut namun lebih pada reaksi para anggota band yang terkejut betapa kecilnya batu itu, kita tertawa pada mereka namun kita juga simpati pada mereka.
Dibuat dengan dalih sebuah film dokumenter (lagi2 tersirat bahwa The Office mengadaptasi genre ini) yang dibuat oleh marty DiBergi yang diperankan oleh Rob Reiner sendiri mengenai konser terbaru mereka di Amerika. Mereka telah merilis 17 album sebelumnya. Musik mereka pun eclectic mulai dari mirip seperti The Beatles ketika di awal karir mereka berkembang hingga menjadi Rock and Roll. Pada saat dokumenter dibuat karir mereka sudah sangat menurun karena dahulu konser mereka biasa digelar di gedung pertunjukkan dengan kapasitas 10-15 ribu penonton namun sekarang hanya digelar di tempat dengan kapasitas sekitar 1000 penonton.
Alasan kenapa kita bisa perduli terhadap karakter2 dalam band tersebut adalah karena kenaifan dan rasa optimis mereka yang tetap besar walaupun dalam kondisi karir yang menurun. Mereka maklum dan mau hadir di acara-acara kecil misalnya mengisi acara di sebuah theme park walaupun nama band mereka hanya ditulis setelah The Puppet Show.
Film pada umumnya atau komedi yang baik khususnya harus dapat bertahan melalui ujian waktu. Saat ini, This is Spinal Tap gue rasa sama efektifnya ketika film ini dirilis. Kita bisa lihat sendiri bagaimana menyedihkannya kehidupan seorang artis yang dulunya ternama namun sekarang bukan apa-apa lagi dan membuat This is Spinal Tap terasa seperti Sunset Boulevard dalam versi komedi.
This is Spinal Tap adalah film perdana dari Rob Reiner, sutradara yang film-filmnya antara lain Princess Bride, When Harry Met Sally, dan A Few Good Men laris di pasaran dan dipuji para kritikus. Reiner jelas terinspirasi oleh film dokumenter The Beatles yang berjudul A Hard Day’s Night dan metode mockumentary ini sangat dikagumi oleh Christopher Guest yang menjadi salah satu pemeran dalam band itu untuk kemudian digunakan dalam dua filmnya yang cukup menarik yaitu Waiting for Guffman dan Best in Show. Film ini juga menjadi fenomena cult di Amerika khususnya hingga band bohongan ini mempunyai video klip mereka sendiri di MTV, juga dinobatkan oleh Entertainment Weekly sebagai film Cult nomer 1 yang pernah dibuat. Let’s Rock! One of my fave. (****, a rockin’ masterpiece)